Apakah Ini Cinta ??
Entah mengapa jari-jari ini menuliskan
tentang tema ini, bingung juga ketika harus berhadapan dengan panel yang berisi
puluhan huruf dengan susunan acak, sulit bila bertatapan dengan kotak penuh
dengan warna yang hanya diisi oleh beberapa tombol. Namun Alhamdulillah ketika
inspirasi datang semua menjadi mudah, ketika apresiasi untuk menghadirkan yang
penuh dengan luapan energi menjadi hal yang sangat indah, dan ketika hati ini
kembali terdorong oleh sebuah rasa yaitu manfaat untuk saling berbagi kepada
sesama mungkin bisa membuat bahagia.
Tak biasa menuliskan tema ini, karena
banyak hal yang mendasari alasan tersebut. Namun sebuah inspirasi harus tetap
ingin dituliskan agar tidak masuk ke lubang hitam menjerumuskan bernama
kehampaan. Untuk menyebut katanya saja terkadang berat karena memang tidak
terbiasa. Baiklah, karena harus diputuskan maka terpaksa katakan bahwa kata itu
adalah cinta. Bukanlah dituliskan karena hati ini sedang jatuh cinta, bukan
pula karena ada orang lain yang berharap dicintai oleh hati ini, bukan pula
karena sekedar apresiasi basi. Tapi semua itu dituliskan karena lagi-lagi ada
inspirasi awal yang mendasari, ada momentum pengalaman yang harus digali lagi,
dan ada manfaat yang berharap bisa terbagi.
Ya, cinta memang penuh dengan tanda tanya,
ratusan kebingungan terkadang menyelimuti para pencinta dan hanya ragam suara
yang banyak bisa berkata, intuisi yang terpaksa dibuat mati hanya karena
mencintai seseorang pujaan hati, idiom cinta adalah buta bukan berarti serta
merta itu adalah kebetulan belaka, tapi tidak pantas diklaim sebagai sebuah
kebenaran bila kembali ditanyakan pada yang mengalaminya. Semua pecinta akan
seragam menjawab bahwa cinta itu indah di awal masa, namun bisa menjadi petaka
bila gagal atau rusak sampan yang dinaiki bersama.
Cinta yang tidak disyariatkan banyak
memiliki ragam dalam melakoninya, dari pegangan bahkan sampai tegangan, ada
milyaran cara untuk dapat mengutarakan sekaligus melampiaskan, namun sayang
hanya ada sedikit sekali upaya untuk dapat saling melupakan. Seseorang pernah
berseloroh bahwa ia mungkin tidak bisa hidup bila tidak pacaran, sehingga
pengembaraan terlarangnya berjalan terus dan singgah di banyak perasaan. Ada pula yang berkata
bahwa ia merupakan tipe seorang pasangan yang setia namun apa daya semua itu
hanya habis dimulut saja. Ada
juga seorang yang sedang mendamba, karena tidak punya kemampuan maka semua
menjadi sirna sebab yang dicinta telah pergi bersama dengan orang yang lebih
dicintainya.
Cinta juga menimbulkan inspirasi
tersendiri bagi banyak orang yang memanfaatkan sebagai sebuah peluang usaha.
Banyak industri pop mengemas cinta dengan tayangan penuh hiperbola, cinta
indah, cinta fitri, cinta bunga, ada apa dengan cinta, dan ratusan judul yang
membuat pusing kepala, belum lagi ditambah lantunan musik sendu yang pilu
menjerat kalbu pun tak ayal pasti laris bila mengangkat tema cinta ini. Dalam
setiap satu album lagu pasti terselip entah itu beberapa kata atau bahkan judul
yang mengisyaratkan cinta, belum lagi apabila ada seorang usatdz yag juga
menjuluki dirinya sebagai ustadz cinta. Namun itulah sebuah usaha. Ada motif dibelakangnya,
ada sarana dalam pencapaiannya, dan ada target yang harus dihasilkan.
Ada
sebuah pelajaran indah tentang perjalanan cinta, sungguh harus digambarkan
karena memang perjalanan indah ini adalah sebuah pencapaian cinta sejati.
Berita ini dikisahkan oleh Al Imam Hasan Al Bashri rahimahullah, bahwasanya ada
seorang wanita jalang yang kecantikannya melebihi wanita seusianya, si wanita
memiliki tekad bahwa ia hanya akan mau menyerahkan dirnya bila ada yang sanggup
tuk membayar sebanyak 100 dinar. Hingga akhirnya ada seorang pria yang melihat dirinya
dan sangat menginginkannya. Darisana si pemuda tersebut bekerja keras dengan
sepenuh raga, banting tulang, tangan jadi kaki, kaki jadi tangan. Sampai
akhirnya ia dapat mengumpulkan 100 dinar.
Hingga akhirnya sampailah kemauan dia
untuk menemui si wanita tersebut dan mengatakan kalimat kejujurannya “
sungguh engkau (si wanita ) telah membuatku kagum, kemudian aku pergi dan
bekerja membanting tulang hingga berhasil mengumpulkan 100 dinar. “
Si wanita menyuruhnya untuk membayarkan
uang itu kepada pelayan agar di cek keaslian dan berat timbangannya, setelah
semua proses usai si wanita mempersilahkan sang pria tersebut untuk masuk dan
menaiki ranjang yang telah dihias dengan indahnya. Si wanita pun mengajaknya
bahkan si pemuda telah bersiap untuk menyalurkan hasrat yang dipendamnya. Pada
saat itu dia ingat bagaimana nanti dia akan mempertanggung jawabkan
perbuatannya dihadapan Allah. Seketika tubuh pria tersebut bergetar dan
syahwatnya yang meluap pun padam.
Maka si pria tersebut berkata “ Biarlah
aku keluar dan uang 100 dinar itu ambillah untukmu.” Maka dengan penuh
perasaan heran si wanita bertanya tentang keadaannya, “ Ada apa denganmu? Kau telah mengaku pernah
melihatku lalu engkau kagum dan menginginkan diriku, kemudia engkau telah
berusaha untuk mengumpulkan uang tuk dapatkan aku, maka mengapa sekarang ketika
tiba waktunya engkau menjadi seperti ini? “.
Si pria menjawab, “ Tidak ada yang
mendorongku dalam hal ini selain perasaan takutku kepada Allah, aku
membayangkan bagaimana saat nanti aku berdiri dihadapanNya.“ Justru si
wanita berkata, “Bila kau memang benar-benar demikian, maka tak ada yang
berhak menjadi suamiku selain engkau.” Ucapan ini dilontarkan setelah si
wanita mendengar apa yang dikatakan si pria terhadap dirinya. Namun apa daya
sang pemuda tetap bersikeras untuk pergi, dengan perkataan “Biarkan aku
pergi.”.
Ada
syarat yang sempat diajukan oleh sang wanita tersebut, “Boleh, tetapi kau
harus berjanji, bahwa kau akan mengawiniku.” Si pria pun berkata, “Tidak
ada janji sampai aku keluar.” Si wanita tetap teguh memaksa, “ Engkau
harus berjanji, demi Allah, bila nanti aku datang kepadamu kau akan
mengawiniku.” Si pria hanya menjawab, “Ya, mungkin.”
Segera si pria mengenakan pakaiannya dan
bergegas menuju negerinya. Dan si wanita pun menyesali apa yang pernah
dilakukannya selama ini hingga akhirnya ia putuskan untuk pergi meninggalkan
dunia yang pernah digelutinya dengan penuh penyesalan. Sampailah si wanita tiba
dinegeri sang pria tersebut, lalu ia pun banyak beranya pada orang-orang
tentang nama dan alamat si pria tersebut. Orang-orang berkomentar, “Sekarang
ini, sang ratu cantik itu datang sendiri bertanya tentang engkau.”
Saat si pria melihatnya, dia terkejut,
kejang dan mati. Lalu jatuh dihadapan si wanita. Maka si wanita berkata,
“Aku sudah tidak mungkin lagi mendapat orang yang satu ini, tapi apakah dia
punya seorang kerabat?.” Orang-orang menjawab, “Ya, ada, dia memiliki
saudara laki-laki yang miskin.”
Si wanita tadi akhirnya berkata pada
saudara laki-lakinya, “Aku ingin menikah denganmu, karena aku cinta pada
saudaramu.” Akhirnya mereka berdua menikah dan dikaruniai tujuh orang
putra. ( dikutip dari buku Kisah-Kisah Nyata, penerbit Darul Haq hal39-40 )
Ada
pelajaran yang bisa dipetik dari kisah diatas, bahwa awalnya petaka namun
berakhir dengan bahagia. Sebuah potret cinta yang terlintas saling menyakiti,
tetapi justru ada akhir yang sulit dimengerti. Kisah tersebut juga banyak
menyiratkan tanda tanya, bagaimana bisa seseorang yang mencintai orang pertama
menikahi orang kedua dengan perasaan cinta layaknya kepada orang pertama.
Itulah cinta, ada banyak perjuangan juga
penuh pengorbanan. Kadang membahagiakan namun bisa jadi dalam sekejap sebagai
bumerang yang menghancurkan. Ada
yang karena cinta ia rela tidak makan dan minum, tragis bahkan ketika sesorang
mengakhiri hidupnya hanya karnea putus cinta. Seperti di awal tadi dikatakan,
ada banyak cara untuk memerjuangkan cinta, namun hanya ada sedikit cara untuk
dapat melupakannya. Sebuah analogi yang tidak seimbang namun hadir di belantara
reaitas dan kenyataan. Maka bagi mereka yang berdiri diatas cinta fatamorgana
bersiaplah menuai panen yang penuh kekecewaan…
“ Pokok-pokok iman yag paling kuat
adalah Anda mencintai siapapun karena Allah dan membenci siapapun karena Allah.
“ ( HR. Ath Thabrani, Shahih dalam Silsilah Ash Shahihah no 1728 )
“ ….Adapun orang-orang yang beriman
sangat besar cintanya kepada Allah… “
( QS. Al Baqarah : 165 )
Wallahu ‘alam bi shawwab….
“ Untuk sahabatku yang sangat kucintai
karena Allah, mungkinkah kalian bisa mencari cinta pasti di dunia tanpa batas
??, jangan kau taburi hatimu dengan bumbu fitnah di saat engkau lemah..
Semangat kawan !! ada cara untuk melupakan, namun mungkin kau belum
mencobanya….. bukan tidak bisa engkau menjalaninya, namun hanya karena engkau
belum pernah memulainya….. “

Tidak ada komentar:
Posting Komentar