Bismillaahirrahmaanirrahiim
Bergaullah
dengan mereka (istri) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka,
(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah
menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. An Nisaa' 4:19)
Diriwayatkan
oleh Ibnu Maajah, Bab Husnu Ma'aasyaratun Nisaa' Aisyah mengabarkan bahwa
Rasulullah Saw pernah berkata, "Yang terbaik di antara kamu ialah yang
terbaik terhadap istrinya, dan saya adalah orang yang terbaik terhadap istri
saya".
*****
Dari
yang pernah dan akan s'lalu mencintaimu. Berulangkali kubaca untaian kata di
kartu lebaran yang menutupi parcel itu. Tanpa nama!, Siapa gerangan yang
mengirimkannya? aku tak sabar membuka isinya.
Seketika
aku terkejut!, karena semua yang ada di dalamnya adalah sesuatu yang kuimpikan
selama ini!. perasaanku tak menentu, Ya Allah.. bagaimana jika suamiku tahu?!
betapa Engkau Maha Menyaksikan bahwa selama ini aku senantiasa menjaga diri.
Kemarin
malam kami sempat berselisih paham, bahkan sempat bertengkar hebat! itu
merupakan peristiwa pertama dalam sejarah perkawinan kami!, seharusnya hal itu
tak boleh terjadi. Aku menyesal atas kesalahanku!.. oh suamiku.. maafkan aku!.
Kemudian
aku bergegas mengambil wudhu, shalat dan mengaji, selalu itu yang kukerjakan
jika tak mampu mengatasi diri. Berdo'a dan memohon bantuan Ilahi Rabbi.
"Assalaamu'alaikum
warahmatullaah..". suara yang tak asing lagi menyadarkanku, aku beranjak
membukakan pintu, seraya membalas salamnya. Tak ada rona kemarahan lagi di
sana, melainkan senyum ketulusan. Tiba-tiba ia membalas pandanganku, jadi
malu!..
"Ada
apa Ummi Syifa?" sapanya ramah, Syifa adalah nama anak kami yang
diberikannya sebagai do'a agar kelak tumbuh menjadi seorang dokter wanita yang
selalu ikhlas mengobati hamba Allah yang membutuhkan pertolongan. Aku jadi
salah tingkah, terbata-bata aku berkata padanya, "Abi Syifa jangan ma.rah
ya..?!". Sejenak kutinggalkan ia, bergegas mengambil sesuatu yang sedari
tapi menghimpit bathinku.
Tiba-tiba
air mata ini mengalir, hari ini aku sensitif sekali. Tetapi.. kenapa Abi Shifa
tersenyum?, aku bingung!.
"Sengaja
kukirim kejutan itu untukmu, sayang.. sebagai tanda syukurku pada Allah atas
kebersamaan yang telah kau berikan selama ini. Aku sadar kita hanyalah sepasang
insan yang punya keterbatasan!. Kekurangan bukanlah suatu cela melainkan celah
yang harus kita perindah dengan melengkapinya supaya sempurna guna mewujudkan
sorga kecil kita. Atas dasar Cinta pada Allah! kita tak akan pernah lelah
membinanya!".
Tangisku
semakin deras, ungkapan kebahagiaan namanya, ternyata bingkisan indah ini dari
suamiku sendiri!, betapa sayangnya Allah telah menganugerahiku seorang
pendamping hidup yang berakhlak mulia!, dalam hati aku bertekad menyempurnakan
diri, menjadi wanita shalehah di dunia ini!.
"Jazakallah
suamiku!" Kuciumi tangannya seraya mendekap lembut pemberiannya.
Seperangkat pakaian shalat dan gaun muslimah hijau yang indah, Subhanallah..
betapa bahagia hatiku, ia memberikanku hadiah Cinta di penghujung Tahun ini,
Nisa..!".
Nisa
tersenyum mendengar cerita Gayatri (sahabatnya), turut merasakan kebahagiaan
Melatinya. Memang tiada ada wanita sempurna di bumi ini!, namun perhiasan yang
terindah itu adalah wanita yang shaleh, yang taat pada Allah dan suaminya.
Demikian pula sebaliknya, laki-laki yang terbaik itu adalah yang paling baik
terhadap istrinya!. Selamat menerima hadiah cinta, Melati!, Semoga yang masih
sendiri akan dianugerahi-Nya kejutan yang tak terduga-duga!. Apakah itu?! Hmm..
Suami yang berakhlak Qur'ani!, aamiin, Ya Rabbal 'aalamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar